Tahun 2012, merupakan tahun Genap

Tahun Genap adalah tahun yang dinalogkan berfikir genap, bekerja genap, bebicara genap dan tindakan yang genap pula, itulah awal tahun Genap 2012 mari tahun ini Kita isi dengan tindakan yang genap tanpa ada yang di ganjilkan yaitu perbuatan yang baik alias genap.

Mengisi tindakan linkup kita dengan kemanfaatan yang arif bijak dan tidak selallu membuka aib orang lain seperti yang dicontohkan nabi…

Ada sebuah ayat tertera dalam  QS 3.110, terdapat kata2 indah “kuntum khoiro ummatin”, artinya, kalian adalah ummat yang terbaik. Kata “ummat” pada ayat itu jelas spesifik diarahkan kepada orang2 mukmin. Namun buat siapa kebaikan itu diperuntukkan? Disambung dengan kata selanjutnya “ukhrijat linnas”, artinya ditampilkan untuk manusia. Menurut kamus bahasa arab, “nas” diartikan orang2 yang binging”. Tentu yang dimaksud adalah orang2 yang masih belum mendapat petunjuk. Terdapat dua kata kunci didalam du kalimat diatas, yakni “ummat terbaik” dan “bagi orang2 yang dalam kebingungan”. Bahasan ini kita maksudkan untuk membantu memahami jati diri dan hal2 yang perlu kita lakukan agar menjadi ummat terbaik.

Diantara yang “baik”, masih ada yang “terbaik”. Ummat Nabi yang jumlahnya banyak, masing2 memiliki kekhususan dan keunikan. Dengan semangat fastabiqul khoirot, yakni, berlomba dalam kebaikan, masing2 diri seharusnya punya kesadaran untuk bisa memupuk semangatnya dan berkontribusi terbaik. Kesadaran itu adalah sebuah panggilan hati untuk mencapai kedekatan rochani kepada Tuhan, melalui aktifitas sosial, ekonomi dan segala aktifitas terkait program2 para pemimpin tempat kita berlabuh. Semangat untuk “menjadi yang terbaik inilah yang biasa disebut dengan “ghiroh”. Menumbuhkan semangat ini adalah tugas para spiritualis agama, agar ummat tidak menjadi manusia beban.

Menjadi ummat terbaik seharusnya menjadi kebutuhan setiap individu ummat. Tidak hanya untuk kalangan terbatas pada komunitasnya, akan tetapi untuk kalangan yang lebih luas. Ummat terbaik akan menjadi pemelihara alam semesta. Maka sang pemimpin dikaruniai Alloh universalitas ilmu sebagai alat komunikasi semua lapisan msyarakat mengikuti bahasa kaum. Sebaik2 ummat adalah terbaik dikomunitasnya juga dibutuhkan oleh masyarakat umum dipenjuru alam ini. Bukan hanya bagi manusia, namun makhluq2 lain dibumi ini akan menjadi obyek kekuasaannya. Sosok manusia terbaik seperti ini selalu ditunggu keberadaannya. Ia diutus untuk kesejahteraan dan kelestarian alam semesta. Berbeda dengan pemimpin pada umumnya, kekuasaannya hanya terbatas pada kaum dan kelompoknya.

Banyak bermunculan pemimpin2 sporadis yang tidak bersifat universal. Pemimpin sejati engemban misi risalah yang perjalanan hidupnya diskenario Ilahi. Tanpa misi risalah, kepemimpinannya hanya sempit disekitar kepentingan kelompok kecil, sesaat dan diperjuangkan dengan semangat uang. Kadang kala mereka juga pandai menyelinap pada organisasi agama dan masyarakat. Agama sering menjadi kedok untuk kepentingan individu dan janji2 palsu ditebar kemana2 sekedar untuk dukungan tanpa tahu apa alasan yang logis untuk mendukungnya. Kepemimpinan seperti ini adalah semu dan tidak pernah berpihak pada kepentingan orang banyak, kecuali kalangan terbatas yang menunjuknya. Ibarat penenun, siang dirajut, malam dibongkar kembali.

Para Nabi mewariskan kepemimpinan agama yang mendasarkan pada nilai2 benar dan salah. Nilai itu ditegakkan untuk melindungi dan mengangkat masyarakat yang lemah. Agama sangat memerangi ketidakadilan, penindasan, penipuan, ketidakjujuran dan segala cara yang tidak etis dilakukan. Para Nabi mencontohkan bahwa kepemimpinan yang beliau bangun adalah amanah pembentukan akhlaqul karimah. Adalah upaya mendidik semua makhluk di bumi mengikuti tatanan Ilahi yang menjamin kesejahteraan, kebersamaan, kedamaian dan keselamatan abadi dunia dan akherat. Menjadi sebaik2 ummat tidak hanya mulia dimata manusia, namun juga mulia dimata Tuhan. Kehadirannya menjadi harapan orang2 lemah dan kiprahnya menyelamatkan alam dan seluruh makhluk yang ada didalamnya. Wallohu a’lam

Masyarakat Pancasilais dan Agamis

Dengan perubahan jaman masyarakat indonesia tetap bedasarkan agama dan pancasila, dari latar belakang budaya tentu kita sudah faham bagaiman menjalankan syariat agama yang kita anut, serta pendapingan kehidupan yang pancasilais…. esensi pancasila adalah taat pada kaedah-kaedah agama dan culture masyarakat yang diterapkan …. kenapa berubah jamannya tetapi tidak juga dengan perilakunya semakin hari masyarakat kita sudah sulit mengendalikan diri dari pertengkaran serta korupsi.

disarikan -

SUARA PEMBARUAN DAILY


        Ideologi Pancasila di tengah Perubahan Dunia

Dunia  berkembang dan berubah dengan sangat cepat, dan perubahan yang terjadi itu ikut mewarnai kehidupan bangsa kita secara fundamental. Ada beberapa penulis buku yang melalui konsep-konsepnya telah berhasil memotret realitas zaman yang sedang kita jalani ini. Di antaranya adalah Rowan Gibson (1997) yang menyatakan bahwa The road stop here. Masa di depan kita nanti akan sangat lain dari masa lalu, dan karenanya diperlukan pemahaman yang tepat tentang masa depan itu. New time call for new organizations, dengan tantangan yang berbeda diperlukan bentuk organisasi yang berbeda, dengan ciri efisiensi yang tinggi. Where do we go next; dengan berbagai perubahan yang terjadi, setiap organisasi-termasuk organisasi negara-perlu merumuskan dengan tepat arah yang ingin dituju. Peter Senge (1994) mengemukakan bahwa ke depan terjadi perubahan dari detail complexity menjadi dynamic complexity yang membuat interpolasi menjadi sulit. Perubahan-perubahan terjadi sangat mendadak dan tidak menentu. Rossabeth Moss Kanter (1994) juga menyatakan bahwa masa depan akan didominasi oleh nilai-nilai dan pemikiran cosmopolitan, dan karenanya setiap pelakunya, termasuk pelaku bisnis dan politik dituntut memiliki 4 C, yaitu concept, competence, connection, dan confidence. Peran Ideologi Sejak berakhirnya perang dingin yang kental diwarnai persaingan ideologi antara blok Barat yang memromosikan liberalisme-kapitalisme dan blok Timur yang mempromosikan komunisme-sosialisme, tata pergaulan dunia mengalami perubahan-perubahan yang mendasar. Beberapa kalangan mengatakan bahwa setelah berakhirnya perang dingin yang ditandai dengan bubarnya negara Uni Soviet dan runtuhnya tembok Berlin-di akhir dekade 1980-an- dunia ini mengakhiri periode bipolar dan memasuki periode multipolar. Periode multipolar yang dimulai awal 1990-an yang kita alami selama sekitar satu dekade, juga pada akhirnya disinyalir banyak pihak terutama para pengamat politik internasional, telah berakhir setelah Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden George Bush memromosikan doktrin unilateralisme dalam menangani masalah internasional sebagai wujud dari konsepsi dunia unipolar yang ada di bawah pengaruhnya. Dapat disimpulkan bahwa era persaingan ideologis dalam dimensi global telah berakhir. Saat ini kita belum dapat membayangkan bahwa dalam waktu dekat akan muncul kembali persaingan ideologis yang keras yang meliputi seluruh wilayah dunia ini. Dunia sekarang ini cenderung masuk kembali ke arah persaingan antarbangsa dan negara, yang dimensi utamanya terletak pada bidang ekonomi karena setiap negara sedang berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga bangsanya. Dalam era yang seperti ini, kedudukan ideologi nasional suatu negara akan berperan dalam mengembangkan kemampuan bersaing negara yang bersangkutan dengan negara lainnya. Pancasila sebagai ideologi memiliki karakter utama sebagai ideologi nasional. Ia adalah cara pandang dan metode bagi seluruh bangsa Indonesia untuk mencapai cita-citanya, yaitu masyarakat yang adil dan makmur. Pancasila adalah ideologi kebangsaan karena ia digali dan dirumuskan untuk kepentingan membangun negara bangsa Indonesia. Pancasila yang memberi pedoman dan pegangan bagi tercapainya persatuan dan kesatuan di kalangan warga bangsa dan membangun pertalian batin antara warga negara dengan tanah airnya. Pancasila juga merupakan wujud dari konsensus nasional karena negara bangsa Indonesia ini adalah sebuah desain negara moderen yang disepakati oleh para pendiri negara Republik Indonesia dengan berdasarkan Pancasila. Dengan ideologi nasional yang mantap seluruh dinamika sosial, budaya, dan politik dapat diarahkan untuk menciptakan peluang positif bagi pertumbuhan kesejahteraan bangsa. Kesadaran Berbangsa Sebenarnya, proses reformasi selama enam tahun belakangan ini adalah kesempatan emas yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk merevitalisasi semangat dan cita-cita para pendiri negara kita untuk membangun negara Pancasila ini. Sayangnya, peluang untuk melakukan revitalisasi ideologi kebangsaan kita dalam era reformasi ini masih kurang dimanfaatkan. Bahkan dalam proses reformasi-selain sejumlah keberhasilan yang ada, terutama dalam bidang politik-juga muncul ekses berupa melemahnya kesadaran hidup berbangsa. Manifestasinya muncul dalam bentuk gerakan separatisme, tidak diindahkannya konsensus nasional, pelaksanaan otonomi daerah yang menyuburkan etnosentrisme dan desentralisasi korupsi, demokratisasi yang dimanfaatkan untuk mengembangkan paham sektarian, dan munculnya kelompok-kelompok yang memromosikan secara terbuka ideologi di luar Pancasila. Patut disadari oleh semua warga bangsa bahwa keragaman bangsa ini adalah berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Oleh sebab itu, semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dikembangkan karena bangsa ini perlu hidup dalam keberagaman, kesetaraan, dan harmoni. Sayangnya, belum semua warga bangsa kita menerima keragaman sebagai berkah. Oleh karenanya, kita semua harus menolak adanya konsepsi hegemoni mayoritas yang melindungi minoritas karena konsep tersebut tidak sesuai dengan konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 1945 terbentuk dengan karakter utamanya mengakui pluralitas dan kesetaraan antarwarga bangsa. Hal tersebut merupakan kesepakatan bangsa kita yang bersifat final. Oleh karenanya, NKRI tidak dapat diubah menjadi bentuk negara yang lain dan perubahan bentuk NKRI tidak akan difasilitasi oleh NKRI sendiri. Cita-cita yang mendasari berdirinya NKRI yang dirumuskan founding fathers telah membekali kita dengan aspek-aspek normatif negara bangsa yang menganut nilai-nilai yang sangat maju dan modern. Oleh sebab itu, tugas kita semua sebagai warga bangsa untuk mengimplementasikannya secara konkret. NKRI yang mengakui, menghormati keragaman dan kesetaraan adalah pilihan terbaik untuk mengantarkan masyarakat kita pada pencapaian kemajuan peradabannya. Perlu disadari oleh semua pihak bahwa proses demokratisasi yang sedang berlangsung ini memiliki koridor, yaitu untuk menjaga dan melindungi keberlangsungan NKRI, yang menganut ideologi negara Pancasila yang membina keberagaman, dan memantapkan keseta-raan. Oleh karenanya, tidak semua hal dapat dilakukan dengan mengatasnamakan demokrasi. Pancasila sebagaimana ideologi manapun di dunia ini, adalah kerangka berfikir yang senantiasa memerlukan penyempurnaan. Karena tidak ada satu pun ideologi yang disusun dengan begitu sempurnanya sehingga cukup lengkap dan bersifat abadi untuk semua zaman, kondisi, dan situasi. Setiap ideologi memerlukan hadirnya proses dialektika agar ia dapat mengembangkan dirinya dan tetap adaptif dengan perkembangan yang terjadi. Dalam hal ini, setiap warga negara Indonesia yang mencintai negara dan bangsa ini berhak ikut dalam proses merevitalisasi ideologi Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh karenanya, prestasi bangsa kita akan menentukan posisi Pancasila di tengah percaturan ideologi dunia saat ini dan di masa mendatang. * Penulis adalah Ketua Umum DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). PENGEMBANGAN STRATEGI PERTAHANANUNTUK MENANGGULANGI KEMUNGKINAN DISINTEGRASI BANGSADALAM RANGKA MENINGKATKAN KETAHANAN NASIONALHasil Panyek Puslitbang Strahan TA. 2002/2003 


 Indonesia sebagai negara kesatuan pada dasarnya dapat mengandung potensi kerawanan akibat keanekaragaman suku bangsa, bahasa, agama, ras dan etnis golongan, hal tersebut merupakan faktor yang berpengaruh terhadap potensi timbulnya konflik sosial.  Dengan semakin marak dan meluasnya konflik akhir-akhir ini, merupakan suatu pertanda menurunnya rasa nasionalisme di dalam masyarakat. Kondisi seperti ini dapat terlihat dengan meningkatnya konflik yang bernuasa SARA, serta munculya gerakan-gerakan yang ingin memisahkan diri dari NKRI  akibat  dari ketidak puasan dan perbedaan kepentingan, apabila kondisi ini tidak dimanage dengan baik akhirnya akan berdampak pada disintegrasi bangsa.    Masalah disintegrasi bangsa merupakan salah satu prioritas pokok dalam program kerja kabinet gotong royong. Permasalahan ini sangat kompleks sebagai akibat akumulasi permasalahan Ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan keamanan yang saling tumpang tindih, apabila tidak cepat dilakukan tindakan-tindakan bijaksana untuk menanggulangi sampai pada akar permasalahannya maka akan menjadi problem yang berkepanjangan. Bentuk-bentuk pengumpulan massa yang dapat menciptakan konflik horizontal maupun konflik vertikal harus dapat diantisipasi guna mendapatkan solusi tepat dan dapat meredam segala bentuk konflik yang terjadi.  Kepemimpinan dari tingkat elit politik nasional hingga kepemimpinan daerah sangat menentukan untuk menanggulangi konflik pada skala dini.    Upaya mengatasi disintegrasi bangsa perlu diketahui terlebih dahulu karakteristik proses terjadinya disintegrasi secara komprehensif serta dapat menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi pada tahap selanjutnya.  Keutuhan NKRI merupakan suatu perwujudan dari kehendak seluruh komponen bangsa diwujudkan secara optimal dengan mempertimbangkan seluruh faktor-faktor yang berpengaruh secara terpadu, meliputi upaya-upaya yang dipandang dari aspek asta gatra.   Fenomena Disintegrasi BangsaBila dicermati adanya gerakan pemisahan diri sebenarnya sering tidak berangkat dari idealisme untuk berdiri sendiri akibat dari ketidak puasan yang mendasar dari perlakuan pemerintah terhadap wilayah atau kelompok minoritas seperti masalah otonomi daerah, keadilan sosial, keseimbangan pembangunan, pemerataan dan hal-hal yang sejenis. Kekhawatiran tentang perpecahan (disintegrasi) bangsa di tanah air dewasa ini yang dapat digambarkan sebagai penuh konflik dan pertikaian, gelombang reformasi yang tengah berjalan menimbulkan berbagai kecenderungan dan realitas baru.  Segala hal yang terkait dengan Orde Baru termasuk format politik dan paradigmanya dihujat dan dibongkar. Bermunculan pula aliansi ideologi dan politik yang ditandai dengan menjamurnya partai-partai politik baru. Seiring dengan itu lahir sejumlah tuntutan daerah-daerah diluar Jawa agar mendapatkan otonomi yang lebih luas atau merdeka yang dengan sendirinya makin menambah problem, manakala diwarnai terjadinya konflik dan benturan antar etnik dengan segala permasalahannya.  Penyebab timbulnya disintegrasi bangsa juga dapat terjadi karena perlakuan yang tidak adil dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah khususnya pada daerah-daerah yang memiliki potensi sumber daya/kekayaan alamnya berlimpah/ berlebih, sehingga daerah tersebut mampu menyelenggarakan pemerintahan sendiri dengan tingkat kesejahteraan masyarakat yang tinggi.  Selain itu disintegrasi bangsa juga dipengaruhi oleh perkembangan politik dewasa ini.  Dalam kehidupan politik sangat terasa adanya pengaruh dari statemen politik para elit maupun pimpinan nasional, yang sering mempengaruhi sendi-sendi kehidupan bangsa, sebagai akibat masih kentalnya bentuk-bentuk primodialisme sempit dari kelompok, golongan, kedaerahan bahkan agama.  Hal ini menunjukkan bahwa para elit politik secara sadar maupun tidak sadar telah memprovokasi masyarakat.  Keterbatasan tingkat intelektual sebagian besar masyarakat Indonesia sangat mudah terpengaruh oleh ucapan-ucapan para elitnya sehingga dengan mudah terpicu untuk bertindak yang menjurus kearah terjadinya kerusuhan maupun konflik antar kelompok atau golongan. Faktor Disintegrasi Bangsa ditinjau dari Asta Gatraa.         Geografi. Indonesia yang terletak pada posisi silang dunia merupakan letak yang sangat strategis untuk kepentingan lalu lintas perekonomian dunia selain itu juga  memiliki berbagai permasalahan yang sangat rawan terhadap timbulnya disintegrasi bangsa. Dari ribuan pulau yang dihubungkan oleh laut memiliki karakteristik yang berbeda-beda dengan kondisi alamnya yang juga sangat berbeda-beda pula menyebabkan munculnya kerawanan sosial yang disebabkan oleh perbedaan daerah misalnya daerah yang kaya akan sumber kekayaan alamnya dengan daerah yang kering tidak memiliki kekayaan alam dimana sumber kehidupan sehari-hari hanya disubsidi dari pemerintah dan daerah lain atau tergantung dari daerah lain. b.         Demografi. Jumlah penduduk yang besar, penyebaran yang tidak merata, sempitnya lahan pertanian, kualitas SDM yang rendah berkurangnya lapangan pekerjaan, telah mengakibatkan semakin tingginya tingkat kemiskinankarena rendahnya tingkat pendapatan, ditambah lagi mutu pendidikan yang masih rendah yang menyebabkan sulitnya kemampuan bersaing dan mudah dipengaruhi oleh tokoh elit politik/intelektual untuk mendukung kepentingan pribadi atau golongan.c.          Kekayaan Alam. Kekayaan alam Indonesia yang melimpah baik hayati maupun non hayati akan tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi negara Industri, walaupun belum secara keseluruhan dapat digali dan di kembangkan secara optimal namun  potensi ini perlu didayagunakan dan dipelihara sebaik-baiknya untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat dalam peran sertanya secara berkeadilan guna mendukung kepentingan perekonomian nasional.d.         Ideologi. Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa Indonesia dalam penghayatan dan pengamalannya masih belum sepenuhnya sesuai dengan nilai-nilai dasar Pancasila, bahkan saat ini sering diperdebatkan.  Ideologi pancasila cenderung tergugah dengan adanya kelompok-kelompok tertentu yang mengedepankan faham liberal atau kebebasan tanpa batas, demikian pula faham keagamaan yang bersifat ekstrim baik kiri maupun kanan.e.         Politik. Berbagai masalah politik yang masih harus dipecahkan bersama oleh bangsa Indonesia saat ini seperti diberlakukannya Otonomi daerah, sistem multi partai, pemisahan TNI dengan Polri serta penghapusan dwi fungsi BRI, sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang belum dapat diselesaikan secara tuntas karena berbagai masalah pokok inilah yang paling rawan dengan konflik sosial berkepanjangan yang akhirnya dapat menyebabkan timbulnya disintegrasi bangsa.f.          Ekonomi. Sistem perekonomian Indonesia yang masih mencari bentuk, yang dapat pemberdayakan sebagian besar potensi sumber daya nasional, serta bentuk-bentuk kemitraan dan kesejajaran yang diiringi dengan pemberantasan terhadap KKN.  Hal ini dihadapkan dengan krisis moneter yang berkepanjangan, rendahnya tingkat pendapatan masyarakat dan meningkatnya tingkat pengangguran serta terbatasnya lahan mata pencaharian yang layak.g.         Sosial Budaya. Kemajemukan bangsa Indonesia memiliki tingkat kepekaan yang tinggi dan dapat menimbulkan konflik etnis kultural.  Arus globalisasi yang mengandung berbagai nilai dan budaya dapat melahirkan sikap pro dan kontra warga masyarakat yang terjadi adalah konflik tata nilai.  Konflik tata nilai akan membesar bila masing-masing mempertahankan tata nilainya sendiri tanpa memperhatikan yang lain.h.                   Pertahanan dan Keamanan. Bentuk ancaman terhadap kedaulatan negara yang terjadi saat ini menjadi bersifat multi dimensional yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri, hal ini seiring dengan perkembangan  kemajuan  ilmu  pengetahuan   dan   teknologi,   informasi dan komunikasi. Serta sarana dan prasarana pendukung didalam pengamanan   bentuk ancaman yang bersifat multi dimensional yang bersumber dari permasalahan ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya. Proses Terjadinya Disintegrasi Bangsa.Disintegrasi bangsa dapat terjadi karena adanya konflik vertikal dan horizontal serta konflik komunal sebagai akibat tuntutan demokrasi yang melampaui batas, sikap primodialisme bernuansa SARA, konflik antara elite politik, lambatnya pemulihan ekonomi, lemahnya penegakan hukum dan HAM serta kesiapan pelaksanaan Otonomi Daerah. Dari hasil penelitian diatas dapatlah dianalisis dengan menggunakan pisau astra gatra sebagai berikut :a.         Geografi. Letak Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau dan kepulauan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Daerah yang berpotensi untuk memisahkan diri adalah daerah yang paling jauh dari ibu kota, atau daerah yang besar pengaruhnya dari negara tetangga atau daerah perbatasan, daerah yang mempunyai pengaruh global yang besar, seperti daerah wisata, atau daerah yang memiliki kakayaan alam yang berlimpah.b.                   Demografi. Pengaruh (perlakuan) pemerintah pusat dan pemerataan atau penyebaran penduduk yang tidak merata merupakan faktor dari terjadinya disintegrasi bangsa, selain masih rendahnya tingkat pendidikan dan kemampuan SDM.c.                   Kekayaan Alam. Kekayaan alam Indonesia yang sangat beragam dan berlimpah dan penyebarannya yang tidak merata dapat menyebabkan kemungkinan terjadinya disintegrasi bangsa, karena hal ini meliputi hal-hal seperti pengelolaan, pembagian hasil, pembinaan apabila terjadi kerusakan  akibat dari pengelolaan.d.                   Ideologi. Akhir-akhir ini agama sering dijadikan pokok masalah didalam terjadinya konflik di negara ini, hal ini disebabkan karena kurangnya pemahaman terhadap agama yang dianut dan agama lain. Apabila kondisi ini tidak ditangani dengan bijaksana pada akhirnya dapat menimbulkan terjadinya kemungkinan disintegrasi bangsa, oleh sebab itu perlu adanya penanganan khusus dari para tokoh agama mengenai pendalaman masalah agama dan komunikasi antar pimpinan umat beragama secara berkesinambungan.e.                   Politik. Masalah politik merupakan aspek yang paling mudah untuk menyulut berbagai ketidak nyamanan atau ketidak tenangan dalam bermasyarakat  dan  sering   mengakibatkan  konflik   antar  masyarakat  yang berbeda faham apabila tidak ditangani dengan bijaksana akan menyebabkan konflik sosial di dalam masyarakat. Selain itu ketidak sesuaian kebijakan-kebijakan pemerintah pusat yang diberlakukan pada pemerintah daerah juga sering menimbulkan perbedaan kepentingan yang akhirnya timbul konflik sosial karena dirasa ada ketidak adilan didalam pengelolaan dan pembagian hasil atau hal-hal lain seperti perasaan pemerintah daerah yang sudah mampu mandiri dan tidak lagi membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat, konflik antar partai, kabinet koalisi yang melemahkan ketahanan nasional dan kondisi yang tidak pasti dan tidak adil akibat ketidak pastian hukum.f.                    Ekonomi. Krisis ekonomi yang berkepanjangan semakin menyebabkan sebagian besar penduduk hidup dalam taraf kemiskinan. Kesenjangan sosial masyarakat Indonesia yang semakin lebar antara masyarakat kaya dengan masyarakat miskin dan adanya indikasi untuk mendapatkan kekayaan dengan tidak wajar yaitu melalui KKN.g.                   Sosial Budaya. Pluralitas kondisi sosial budaya bangsa Indonesia merupakan sumber konflik apabila tidak ditangani dengan bijaksana.  Tata nilai yang berlaku di daerah yang satu tidak selalu sama dengan daerah yang lain. Konflik tata nilai yang sering terjadi saat ini yakni konflik antara kelompok yang keras dan lebih modern dengan kelompok yang relatif terbelakang.h.                   Pertahanan Keamanan. Kemungkinan disintegrasi bangsa dilihat dari aspek pertahanan keamanan dapat terjadi dari seluruh permasalahan aspek asta gatra  itu sendiri.   Dilain pihak turunnya wibawa TNI dan Polri akibat kesalahan dimasa lalu dimana TNI dan Polri digunakan oleh penguasa sebagai alat untuk mempertahankan kekuasaannya bukan sebagai alat pertahanan dan keamanan negara. Kebijakan Penanggulangan. Adapun kebijakan yang diperlukan guna memperkukuh upaya integrasi nasional adalah sebagai berikut :a.     Membangun dan menghidupkan terus komitmen, kesadaran dan kehendak untuk bersatu.b.    Menciptakan kondisi yang mendukung komitmen, kesadaran dan kehendak untuk bersatu dan membiasakan diri untuk selalu membangun konsensus.c.    Membangun kelembagaan (Pranata) yang berakarkan nilai dan norma yang menyuburkan persatuan dan kesatuan bangsa.d.    Merumuskan kebijakan dan regulasi yang konkret, tegas dan tepat dalam aspek kehidupan dan pembangunan bangsa, yang mencerminkan keadilan bagi semua pihak, semua wilayah.e.   Upaya bersama dan pembinaan integrasi nasional memerlukan kepemimpinan yang arif dan efektif. Strategi Penanggulangan Adapun strategi yang digunakan dalam penanggulangan disintegrasi bangsa antara lain :a.    Menanamkan nilai-nilai Pancasila, jiwa sebangsa dan setanah air dan rasa persaudaraan, agar tercipta kekuatan dan kebersamaan di kalangan rakyat Indonesia.b.     Menghilangkan kesempatan untuk berkembangnya primodialisme sempit pada setiap kebijaksanaan dan kegiatan, agar tidak terjadi KKN. c.     Meningkatkan ketahanan rakyat dalam menghadapi usaha-usaha pemecahbelahan dari anasir luar dan kaki tangannya.d.    Penyebaran dan pemasyarakatan wawasan kebangsaan dan implementasi butir-butir Pancasila, dalam rangka melestarikan dan menanamkan kesetiaan kepada ideologi bangsa.e.   Menumpas setiap gerakan separatis secara tegas dan tidak kenal kompromi.f.    Membentuk satuan sukarela yang terdiri dari unsur masyarakat, TNI dan Polri dalam memerangi separatis.g.  Melarang, dengan melengkapi dasar dan aturan hukum setiap usaha untuk menggunakan kekuatan massa. Upaya Penanggulangan.           Dari hasil analisis diperlukan suatu upaya pembinaan yang efektif dan berhasil, diperlukan pula tatanan, perangkat dan kebijakan yang tepat guna memperkukuh integrasi nasional antara lain :a.  Membangun dan menghidupkan terus komitmen, kesadaran dan kehendak untuk bersatu.b.  Menciptakan kondisi dan membiasakan diri untuk selalu membangun consensus.c.  Membangun kelembagaan (pranata) yang berakarkan nilai dan norma yang menyuburkan persatuan dan kesatuan bangsa.d.  Merumuskan kebijakan dan regulasi yang konkret, tegas dan tepat dalam aspek kehidupan dan pembangunan bangsa yang mencerminkan keadilan bagi semua pihak, semua wilayah.e. Upaya bersama dan pembinaan integrasi nasional memerlukan kepemimpinan yang arif dan bijaksana, serta efektif. KesimpulanDari hasil analisis penelitian tersebut diatas dapatlah diambil kesimpulan sebagai berikut :a. Disintegrasi bangsa, separatisme merupakan permasalahan kompleks, akibat akumulasi permasalahan politik, ekonomi dan keamanan yang saling tumpang tindih sehingga perlu penanganan khusus dengan pendekatan yang arif serta mengutamakan aspek hukum, keadilan, sosial budaya.b.  Pemberlakuan Otonomi Daerah merupakan implikasi positif bagi masa depan daerah di Indonesia namun juga berpotensi untuk menciptakan mengentalnya heterogental dibidang SARA.c. Pertarungan elit politik yang diimplementasikan kepada penggalangan massa yang dapat menciptakan konflik horizintal maupun vertical harus dapat diantisipasi.d.Kepemimpinan dari elit politik nasional hingga kepemimpinan daerah sangat menentukan meredamnya konflik pada skala dini.  Namun pada skala kejadian diperlukan profesionalisme aparat kemanan secara terpadu.e. Efek global, regional dengan faham demokrasi yang bergulir saat ini perlu diantisipasi dengan penghayatan wawasan kebangsaan melalui edukasi dan sosialisasi. Saran.Untuk mendukung terciptanya keberhasil suatu kebijaksanaan dan strategi pertahanan disarankan :a.  Penyelesaian konflik vertikal yang bernuansa separatisme bersenjata harus diselesaikan dengan pendekatan militer terbatas dan professional guna menghindari korban dikalangan masyarakat dengan memperhatikan aspek ekonomi dan sosial budaya serta keadilan yang bersandar pada penegakan hukum.b.  Penyelesaian konflik horizontal yang bernuansa SARA diatasi melalui pendekatan hukum dan HAM.c.  Penyelesaian konflik akibat peranan otonomi daerah yang menguatkan faktor perbedaan, disarankan kepemimpinan daerah  harus mampu meredam dan memberlakukan reward and punishment dari strata pimpinan diatasnya.d. Guna mengantisipasi segala kegiatan separatisme ataupun kegiatan yang berdampak disintegrasi bangsa perlu dibangun dan ditingkatkan institusi inteligen yang handal. Daftar Pustaka -           Rizasihbudi CS, “Bara Dalam Sekam” Identifikasi Akar Masalah dan Solusi Atas Konflik Lokal Di Aceh, Maluku, dan Riau, LIPI dan Kronik Indonesia Baru, Cetak I Januari 2001.-           Surjanto, Brigadir Jenderal TNI, “Mengatasi Gerakan Sparatis di Irian Jaya dengan Pendekatan Ketahanan Nasional”, Jakarta, Lemhannas, 2001.-           HB. Amiruddin Maulana, Drs, SH, Msi. “Menjaga Kepantingan Nasional Melalui Pelaksanaan Otonomi Daerah Guna Mencegah Terjadinya Disintegrasi Bangsa”, Jakarta, Lemhannas, 2001.-           Sudrajat, MPA, Mayor Jenderal TNI, “Mengatasi Gerakan Sparatis di Propinsi Daerah Istimewa Aceh dengan Pendekatan Ketahanan Nasional”, Jakarta, Lemhannas, 2001.-           Amirul Isnaini, Mayor Jenderal TNI, “Mencegah Keinginan beberapa Daerah Untuk Memisahkan Diri dari Tegak Utuhnya NKRI”, Jakarta, Lemhannas, 2001.-           Samuel P. Huntington, “The Clash of Civilization remaking of World Order” A Touchstone Book Published by Simon R Schuster.  First Fouchstone Edition 1997. Ideologi
Pancasila Harus Dibumikan Jakarta, Kompas - Usaha merevitalisasi Pancasila harus dilakukan dalam dua tingkatan, yaitu ide dan praksis. Sebagai ide, Pancasila harus diletakkan sebagai cita-cita. Pada tataran praksis, Pancasila perlu dibumikan dengan strategi kebudayaan. Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate, Sukardi Rinakit, dalam Silaturahmi HUT Ke-5 Gerakan Jalan Lurus yang mengangkat tema “Revitalisasi Pancasila” di Jakarta Selasa (30/5). Hadir Akbar Tandjung, Solahuddin Wahid, Quraish Shihab, dan Syafii Ma’arif. “Sejak Orba (Orde Baru) runtuh, orang segan bicara Pancasila. Ini akibat praktik politik otoriter Orba yang dipenuhi intimidasi dan kekerasan dengan mengatasnamakan Pancasila,” ujar Sukardi. Akibatnya, menurut Sukardi, muncul kelompok yang antisimbolik terhadap Pancasila. Kelompok inilah yang harus diyakinkan bahwa Pancasila merupakan satu-satunya pegangan yang bangsa ini punyai untuk mencairkan politik identitas. Mempersatukan Ma’arif mengatakan, bangsa Indonesia harus tumbuh dengan Pancasila. Itu sebabnya Pancasila harus bisa direvitalisasi agar benar-benar dapat menjadi dasar yang kokoh di tengah gelombang perubahan yang cepat. “Di dalam Pancasila itu terkandung nilai-nilai moral yang menjadi konsensus bersama dan telah mempersatukan bangsa ini,” ujarnya. (MAM) Membuka Tabir TuhanMembangun Ideologi Pancasila

Oleh: M Yunus BS

KESUKSESAN metode ilmiah dalam membaca rahasia alam begitu mempesona, sehingga ia dapat membutakan kita terhadap keajaiban ilmiah terbesar dari segalanya. Demikianlah Paul Davies (1993) dalam The Mind of God-nya, menyindir kerakusan manusia terhadap alam ketika sudah menguasai segala teori penundukan alam. Lupa akan segala urusan ketuhanan, yang ada hanyalah tumpukan memori tentang definisi, seluk-beluk, dan gerakan-gerakan alam beserta isinya, dan beberapa catatan teori tentang bagaimana langkah selanjutnya untuk meraih kemenangan terhadap alam, bahkan bagaimana caranya bisa menyaingi kecerdikan Pencipta alam. Kepandaian manusia dalam membaca perputaran kosmis dan gejala yang diakibatkannya lewat teknologi canggih tidak lagi berfungsi sebagai fasilitas pengatur gejala negatif yang akan terjadi, melainkan sebagai jalan penundukan manusia yang belum sempat mempelajari tentang hal tersebut. Pergeseran masa dari agraris ke industri, lalu beralih ke masa teknologi informatika telah mampu memutar balikkan pemahaman akal manusia tentang hukum kebenaran. Kebenaran menjadi kesalahan dan sebaliknya. Kesalahan telah begitu langgeng menempatkan diri dalam posisi yang benar. Dari sebagian orang yang memiliki watak seperti itu, adalah Galileo yang bergerak dengan penuh semangat mengumpulkan kepercayaan masyarakat Eropa, bahkan dunia terhadap hasil penemuannya, membuat hujan alternatif dengan peralatan yang luar basa canggihnya. Dalam pembuktian itu, Galileo berkampanye tentang tidak pentingnya ritus keagamaan di kala terjadi kemarau panjang. Manusia tidak perlu lagi butuh agama, sekarang sains dan teknologi canggih sudah siap menggantikan posisi dan peranan agama dalam segala hal, apa pun yang menjadi kebutuhan manusia. Semua agama, terutama Islam pada saat itu sangat tertan tang, namun tidak bisa berbuat banyak untuk melawan. MengerikanSungguh luar biasa mengerikan, namun itulah bagian dari sejarah yang harus kita hadapai dengan penuh risiko. Kecanggihan alam fikiran yang telah mampu bergerak di belakang hati nurani, menyengajakan diri membentuk segudang sketsa dan wajah palsu, merasionalisasikan sesuatu yang sebenarnya memiliki batasan rasionalitas, kini semakin gemar dijadikan profesi paling bergengsi. Dengan demikian, kepandaian mendesain kata sebagai bagian terpenting dari perkembangan sains dan teknologi canggih.Apa yang dikatakan Aristoteles, manusia sebagai hewan yang berakal (homo sapiens), bukan hanya berfungsi sebagai pembeda antara manusia dengan hewan lainnya yang tidak berakal, melainkan lebih sebagai petanda telah mampunya manusia memasuki wilayah paling mengerikan; membuka keajaiban Tuhan, yaitu menentukan hidup dan matinya makhluk sesama. Siapa yang paling pandai memutarbalikkan kata, maka dialah Tuhan yang kedua setelah Tuhan Yang Maha Tinggi. Manipulasi data, pengkaburan kasus kriminalitas yang dilakukan para petinggi, dan menutupi kecurangan antarsesama petingginya seperti menutupi pelaku korupsi, kolusi dan nepotisme sudah menjadi hal yang wajar. Se-muanya sudah sesuai dengan prosedur yang ada, bahkan jika perlu pelakunya dicarikan posisi yang lebih strategis dari yang sebelumnya. Malaikat Rakib dan Atid seakan-akan sudah mendapat sogok sehingga fungsinya sebagai wartawan Tuhan cukup mencatat saja dan tidak perlu mempublikasikannya sekarang, nanti saja setelah semua urusan dunia sudah dinyatakan rampung, kiamat. Artinya, diamnya dua malaikat pencatat amal tersebut tidak lagi difahami sebagai sebuah keajaiban yang memang tidak mungkin dijangkau secara kasat mata , namun karena (seakan-akan) ada kesepakatan untuk saling memahami satu sama lain, hasil dari negosiasi yang sakral. Atau seandainya bisa, catatan tersebut akan diminta untuk dihapus saja. Anehnya, ketika ada pelaku pencurian ayam kampung yang kedapatan sedang beraksi, segera diseret dimasukkan ke dalam penjara. Jadi, romantika hubungan antara yang profan dan yang transenden hanya berlaku bagi yang pandai bernegosiasi, atau lebih tepatnya seorang profesor yang ahli di bidang retorika. Bagi yang belum memiliki kepandaian untuk itu, cukup dengan cara mengikuti apa kata mereka (yang sudah memiliki kapasitas ahli beretorika). Hal semacam inilah yang oleh Robert N Bellah disebut sebagai “kita beriman tanpa iman, untuk melampaui iman”. Bahwa keyakinan akan kecanggihan alam pikiran sudah mampu melampaui keyakinan terhadap agama yang selama ini kita pahami sebagai rumah warisan Tuhan yang pada suatu ketika akan dipertanggungjawabkan di hadapan-Nya. Atas dasar itu pula, kita tidak perlu bertanya mengapa kita tidak pernah menemukan kedamaian dalam arti yang sesugguhnya. Kita bangga memiliki negara yang berdasarkan ideologi Pancasila dan mengaku sebagai bangsa yang demokratis; merasa paling prinsipil karena punya pedoman UUD 45; merasa paling toleran karena hidup di bawah prinsip Bhineka Tunggal Ika; merasa lebih gagah karena mendapat warisan azimat keberanian rawa-rawa rantes malang-malang putu; mengaku sebagai bangsa paling konfiden terhadap agama yang dianut karena terhindar dari pengaruh ajaran ateis; dan merasa paling jujur karena memiliki beberapa lembaga pengontrol.Akan tetapi, masih banyak penyelewengan terhadap ideologi Pancasila, penafsiran terhadap UUD 45 sesuai dengan interpretasi masing-masing, sikut sana sikut sini, takut ketahuan belangnya, menjadikan agama sebagai front ground politik, dan menyulap data-data konkrit menjadi fiktif. Mungkin kita sepakat bahwa pada masa Orde Lama dan Orde Baru terdapat beberapa hal yang sangat janggal dalam alam pikiran waras kita. Apalagi jika kita melihatnya berdasarkan hati nurani yang paling jernih, mengakui bahwa kejanggalan itu bukan hanya kejanggalan dalam perspektif sosial-politik, kultur, ideologi Pancasila maupun UUD 45, namun kejanggalan dalam pandangan yang paling esensial, yaitu agama. Tapi mengapa kejenggalan-kejanggalan tersebut tetap saja mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara kita sampai sekarang? Jawabannya hanya satu, mungkin kita telah melupakan esensi diri kita yang hidup dalam dua status, sebagai umat yang beragama dan bangsa yang bernaung di bawah kekuasaan negara.Kita lupa pula bahwa penyelewengan, disamping bertentangan dengan prinsip berkebangsaan, juga menyalahi koridor agama. Dengan demikian, untuk mengembalikan kesadaran terhadap pentingnya membangun fondasi bangsa dan negara yang kukuh, pertama; kita harus bisa memahami makna agama dengan sebenarnya. Bahwa agama tidaklah wajar kita pahami sebagai benda lunak yang bisa dibengkokkan dengan model yang tidak bermakna, apalagi dijadikan sebagai instrumen penundukan manusia lain. Namun jangan pula agama dipahami sebagai sesuatu yang isolasionis sehingga menyebabkan manusia teralienasikan dengan sendirinya. Jika dua pemahaman ini diterapkan, maka yang akan terjadi adalah seperti yang di atas, kepandaian hanya untuk memperbudak manusia lainnya.Kedua, perlu adanya rekonstruksi pemahaman lebih mendalam tentang ajaran yang disampaikan ideologi Pancasila, sebagaimana yang telah terjabarkan dalam UUD 45. Bahwa pada prinsipnya, UUD 45 merupakan jalur pengejawantahan nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila. Dalam Orientasi Filsafat Pancasila, Noor Masyarakat. Bakry (1994), menjelaskan ada empat pokok pikiran yang terkandung dalam UUD 45; pokok pikiran persatuan yang merupakan dasar negara; pokok pikiran keadilan sosial sebagai tujuan negara; kedaulatan rakyat yang dijadikan sebagai sistem negara; dan pokok pikiran ketuhanan Yang Maha Esa dan kemanusiaan yang adil dan beradab sebagai fundamen moral bangsa. Artinya, kepercayaan akan adanya Tuhan (sebagai fondasi moral bangsa) tidak hanya menjadikan seseorang sakti dari jebakan setan ketika sedang melakukan ritual keagamaan, tapi juga sakti ketika sedang berhadapan dengan sesama manusia, hidup penuh dengan ketatakramaan, menghargai kekurangan orang lain, bersikap jujur ketika mendapat kepercayaan, dan tidak hanya pintar beretorika tapi juga arif dalam perbuatan. Jadi, bisa disimpulkan, letak kesalahan kita adalah kesalahpahaman dalam memaknai arti agama dan prinsip-prinsip ideologi berkebangsaan. Kita berharap, dalam masa pemerintahan yang akan datang, tidak ada lagi yang namanya penundukan manusia terhadap sesama manusia lantaran canggihnya sebuah pemikiran. Jika suatu saat negara kita melahirkan seorang generasi yang mampu menciptakan teori penundukan alam, kita tetap berharap mudahan-mudahan penundukan itu bukan atas dasar kesombongan, namun sebagai suatu kelebihan yang telah diwariskan oleh Tuhan Yang Maha mempertunduk. Di sisinilah kemudian agama betul-betul berfungsi sebagaimana mestinya. Tentunya, peranan pemerintah sangat menentukan. Artinya, untuk menciptakan generasi bangsa yang berjiwa agamis dan berpikir reformis, terlebih dahulu pemerintah (pemimpin) yang memilikinya. Untuk mendapatkan seorang pemimpin yang sepert i itu, tentunya harus melalui prosedur yang ada dan sehat. Sekarang, kita sedang dalam proses mencari sosok pemimpin yang seperti itu, maka mudah-mudahan saja manipulasi data dan kecurangan yang menyebabkan tidak sahnya hasil penghitungan tidak lagi terjadi seperti dalam pemilu legislatif yang lalu. (18) - M. Yunus BS, aktifis Lembaga Kajian KUTUB Yogyakarta, alumni PP. Annuqayah Sumenep Madura   

Penjaja Demokrasi Vs Anarkisme DemoKerasi

seiring dengan perjalanan waktu bangsa indonesia mengalami beberapa perubahan belajar berdemokrasi dari  demokrasi  terpimpin , demokrasi yang dianut oleh belahan dunia merupukan demikrasi yang dilegalkan dari pada kumpulan masyrakat menuntut kebebasan dan keadilan . keadilan yang semu semua tuntutan harus terpenuhi tidak menghiraukan ada yang berkorban pada harta serta darah yang mengalir ,  dengan apa masyarakat membawa sejata untuk memenangkan pada demokrasi yang semuanya akan sangat mengorbankan kepentingan orang banyak.

Dari kejadian yang ada di dunia ini semua bermuara pada perjuangan yang menuntut  keadilan apa yang menjadi keinginan masyarakat secara umum yaitu kesejahteraan dan kesepadanan dalam kehidupan . denganapa masyarakat mencari kesepadaan yaitu dengan perjuangan hak hidup dengan dikawal dengan investasi pada bidang sumber daya manusia. karena alam semesta harus diolah dengan kemampuan berfikir dan skill yang tinggi,sehingga dapaknya pada kesejahteraan, sehingga dampak dari pada kemandirian hidup tentu akan berimbas pada tingkat kemakmuran serta tingkat rasa syukur pada sang pencipta.

oleh sebab itu rasa iri dengki bisa terkikis dengan keberdayaan individu serta dalam tataran bermasyarakat. kenapa manusi selalu kurang dan berdemo semua mengakomodir kepentingan masing-masing… semoga dengan tingakat kesejahteran yang merta bisa meredam orang berdemo dan bertindak anarkisme… tidak memperdulikan orang lain dan hilang rasa humanisme pada tingkat kehidupandidunia ini

kenapa dunia bisa rusak tatanan bisa amburadul disebabkanpemberdayaan masyarakat kurang serta individu tidak jadi pemain dalam segala lini hanya penonton belaka.

Berdayakan individu dan tingkatkan kemandirian, sehingga berdampak masyarakat kuat dan tidak banyak menuntut karena ketidak berdayaan

Mengawali tahun ganjil (01-01-11) sabtu 2011

Bergema awal tahun ganjil penuh hiruk pikuk orang merayakan, marikita panjatkan doa agar semua bisa berjalan dengan pranata yang baik guna mengisi pembangunan ini dengan sikap yang arief dan bijaksana dalam bertindak, kita selalu mengahadapi tantanganrintangan serta cobaan, baik yang dialami secara individu maupun kelompok……. bencana demi bencana selalu tibul baik yang dilakukan oleh manusia maupun kejadian alam yang ditimbulkan semua ada mata rantainya

karena siklus kehidupan selalu berputar, tidak memandang negara maju maupun berkembang, baik orang miskin maupun orang berada semua akan mengalami…. kita sebagai manusia yang hidup didunia perlu saling menolong baik kepada manusia disekeliling maupun lingkungan disekelilingya.

Dengan tahun ganjil nari kita baktikan tenaga kita untuk kemasylakatanumat didunia maupun alam sekeliling kita… sambutlah tahun ganjil dengan hati yang lapang tidak ada dendam yang bersemayam dalam hati, berfikiran positiv serta melakukan tindakan yang terpuji pada diri sendiri maupun orang disekitar kita.

Semoga tahun ganjil membawa Rahmat dan barokah kita semua amin

suksesi kepemimpinan, dengan jejaring dukungan

Dengan kendaraan apa pemimpin sampai tujuan yaitu melalui pemilihan oleh rakyat secara langsung dengan mekanisme  yang telah dijalankan seluruh daerah pr0pinsi dan Kabupaten/kota seluruh Indonesia , esensi penepatapan adalah kententuan yang didasarkan pemilihan Gubernur atau bupati  per0lehan suara dalam pilgub, pilbub dan pilwali sudah sesuai dengan undang-undang dasar 1945.

Adapun semua daerah Itimiwa / kusus semua proses  dijalanani sesuaidengan amanat undang-undang …..kalau daerah minta langsung penetapan berarti tidak adil pada daerah lainnya yang susah payah dengan maraton untuk meraih itu.

Dengan Penetapan yang diminta masyarakat daerah tertentu berarti akan memnumbuhkan non demokrasi atau otoriter yang telah dikembangkan pada masa kolonial belanda dengan cara penetapan langsung atau surat beslite yang dikeluarkan ratu/ wihelmina, berarti sudah tidak cocok dikembangkan pada masa evoria demokratisasi yang telah dianut semua masyarakat indonesia…. yang good puple mengarah Good

Governance

Kebersihan adalah Bagian hidup yang melekat

Menghadapi persaingan yang sangat ketat ibi, dituntut bersih good clean baik dari hati kita maupun lingkungan sekitar kita, mengapa hidup live good clean, hidup bersih  kanapa semua sudah ada dituntunan kita masing-masing baik dari sudud pandang agama maupun kehidupan kita sejak kecil yang ditanamkan pada kedua orang tua kita … hidup bersiah jaga tingkah lagu punya sopan santun bahkan jangan boros dalam belanja ,… apa makna yang tersirat mengapa manusia rakus dan tanpa ada rasa syukur …. itulah esensi pengendalian kehidupan yang selalu berubah tapi jangan terbaha arus yang sangat deras tetang perubahan., sehingga menghalalkan segala cara baik formal maupun informal .

Fondasi hidup tentu sudah ada sejak kita lahir yaitu ada yang mengatur, melangar aturan berarti tidak percara pada hari akhir yaitu hari pembalasa, mari kita tetap menjujung keberanaran yang hakiki, jujur, amanah dan dapat dipercaya.., kendalikan hidup dengan hati nurani yang esensial yaitu fitrah manusia akan mengadap pada yang pencipta … carilah rizki yang halal jangan cari harta kotor,

Cara Install tubuh agar kebal virus Jin dan Saithon

Dengan pertumbuhan jiwa serta fisik semakin hari semakin bertambah usia kita, tentu semakin mawas diri dan berhati - hati karena virus yang ada disekitar lingkungan kita bukan virus penyakit namun virus kejahatan yang dipengaruhi jin dan saithon (yang menyesatkan)  manusia diberi akal dan fikiran yang luar baiasa bahkan makluk lain tidak bisa mengalahkan keunggulannya.

Apa benteng kita terhadap godaan nafsu jahat, banyak bersyukur apa yang telah diberikan oleh sang pencipta pada diri dan kelaurga kita utama nikmat sehat yang selalu kita sandang, banyak istiqfar agar diampuni dosa-dosa kita dan keluarga, jangan mengumbar nafsu jahat yang bersemayam pada diri kita.. jalani hidup denga lapang dada dan santun pada setiap orang… apa makna korupsi pada lingkunagan sekeliling kita, korupsi hati, korup pada waktu, tidak mengingat pada sang pencipta pada panggilan atau seruannya.

Parlemen Jalanan , identik dengan dadjal

Parlemen .. apa itu parlemen negara kita menganut parlementer atau persidensial masih ada pertanyaan besar kepada pelaku negara yang mana ideal kita adalah campuran persiden dan parlementer, karen semua dipilih rakyat langsung berarti amanah itu diberikan kepada ke duanya dengan tujuan agar masyarakat dapat terwakili tanpa adanya maklar politik yang menghalangi, itu disebakan aspirasi yang diberikan pada yang dipilih dapat berdampak kebaikan bukan tambah keburukan  kaya topeng.

Kalau kita cermati akhir akhir ini panya pansus-pansus yang seolah seperti  malaikat pencabut nyawa / bahkan seprti dadjal, tidak ada rasa hormat, saling mengorek, saling merendahkan itu semua berawal dari pencalonan diri sebagai wakil rakyat mandat suara yang mencontreng satu orang satu suara menandakan mempunyai citra baik dimata pemilih. Para angota dewan yang terhormat, setelah lengser bahkan tetap ingin menjadi wakil rakyat tetapi dijalanan kenapa anak jalanan akan ditertibkan, apa tidak bisa parlemen jalan juga ditertibkan apa iya demokatis hanya dari para elit saja masyarkat kita sangat tidak demokratis selalu ada pemaksaan kepada pemerintah. tidak ada didunia ini yang menganut demokratis seperti diajarkan negara barat. Sangat semu apabila kita membiarkan anarki tunggu kehancurannya.

Apa arti dari pemerintah yaitu memberi perlindungan kepada masyarkatnya serta mendidik agar rakyatnya bisa berdaya menolong dirinya dalam menghidupi linkup keluarga.

kita janga menganut kelompok dadjal yang selalu menimbulkan kerusakan kembali pada fitrah manusia yang sering diajarkan sopan santun dan saling menghargai. amin

berhenti bernapas

Akhir-akhir ini banyak kita jumpai orang yang berhenti bernafas atau dijemput ajal, dengan meninggal mendadak alias tiba-tiba, apa dan bagaimana ajal atau meninggal berjalan sesuai dengan takhdir ilahi, tetntu banyak sekali yang harus dipersiapkan tentang  menhadapi maut atau ajal sesuai fitrah kita perbanyak mohon ampunan pada sang pencipta, perbanyak beryukur, bersyukur berarti menjalani apa perintahnya dan menjahui semua larangannya.

Semua dengan akal kita bertanya kenapa? bersyukur, kenapa mesti mohon ampun itu terkadang menjadi ganjalan dimasing-masing jiwa insan, tentu harus diri kita sendiri yang harus banyak istiqfar, kenapa kita hidup terus kenapa kita jadi mati, trus apa selanjutnya semua itu yang mendasari adalah keimanan.

Ajal merupakan hak setiap insan manusia yang hidup dimuka bumi ini, esensinya adalah belum pernah ada orang yang dipuncak kejayaan atau kesenangan  yang ingat akan maut tentu yang dibahas baik di media masa maupun Televisi rebutan Uang, Jabatan  dan mempertahan harga diri, Persipkan diri dengan amalan-amalan yang baik dan ada tuntunannya yaitu Sunah Rasul dan kitabullah apa itu Alquran dan Al Qadist ; banyak pada mubaleg dan  mubaliqot yang bisa membimbing hati kita agar berjalan lurus tidak blitat-blitut,  kesenagan tidak dilarang juga tidak dianjurkan semua membawa dampak konsekwesi logis dari apa tindakan kita didunia akan selalu mendampingi hidup kelak.

Bujuk rayu perbuatan yang mengarah kejelekan dan nurani yang mengajak kebaikan harus bisa dikalkulasi.: seperti kita pada saat sekolah apa nilai kita dengan bekal apa kita bisa lolos dari seleksi allah takala ; yang menguasai alam jagat raya ini. apa yang nati sebagai alat untuk mengadap amin-amin

Duta Negara dalam arti misi siar,

Apalah arti dari duta besar negara kalau siar dari negara asal kurang memadai dan tidak dikenal oleh masyarakat lokal tentu akan sangat  minor oleh pandangan dan isu-isu yang pundamental seiring dengan terbukanya informasi serta demojrasi yang terlalu  bebas tanpa batas, sehingga kalau kita tilik dari pemberitaan maupun kasus - kasus yang menimpa petinggi negara Indosesia leapas betul atau salah suguhan yang yang ada di Media massa sangat kurang etis maupun selalu membuka aib serta ingin keterbukaan-buka blak , dengan sendirin tidak ada rahasia mapun informasi yang tertutup,

Apa itu Siar yang mestinya dibebankan pada petinggi-petinggi negara yang akhir-akhir ini kurang memegang etika  komunikasi serta etika sopan santuan, semua ingin menang ingin memblejeti orang lain / pejabat publik lain.

Kondisi bangsa kita sedang muram dengan adnya kasus - kasus korupsi yang nialianya sangat mencegangkan, kita perlu mencontoh tiongkok berani menghukum mati kepada masyarakat atau pejabat yang terbukti bersalah, betapa kita malu dengan yang pencipta Indonesia dan masyarakatnya diberi kekayaan yang melimpah namun orang-orangnya tidak amanah bahkan perilakunya mengambil hak daripada orang lain :  mari kita cipkan masyarakat disekeliling kita selalu menyukuri nikmat, tidak perlu iri dengki perbanyak Istiqfar. Insa Allah kita diberi kemudahan - dan kemuliaan kelak

Semua mebawa dampak pada nama baik Masyarakat indonesia serta negara kita dalam kancah informasi baik masyarakat dalam dan Luar negara kita, semua masalah perlu ada penyelesaian serta musyawarah yang mengedepankan Etika pergaulan dan saling koordinasi antar pejabat publik, Santun , berbudi luhur dan saling menghormati atar sesama.

Jangan saling serang antar satu dengan yang lain itu merupakan warisan jaman Feodal Belanda dengan memecah bleah dan adu-domba sesama kita agar mudah dikuasi dan mencipkan tasa tidak aman, kita wajib  amanah dalam mengemban tugas yang dibebankan masing-masing pribadi semoga segala permasalah segera tutas dan tidak menimbulkan rasa benci diantara para pemimpin .amin